AMMAN - Satu orang menjadi korban tewas saat unjuk rasa menuntut reformasi di Jordania berakhir ricuh kemarin. Menurut warta AP dan AFP pada Sabtu (26/3/2011), bentrokan itu terjadi di Amman antara pihak propemerintah versus proreformasi.
Menurut anak korban, Amir Kirey, ayahnya telah dipukul oleh polisi ketika mereka membubarkan demonstran di dekat kantor menteri dalam negeri yang menuntut reformasi politik. Petugas kesehatan di Rumah Sakit Pangeran Hamzeh mengonfirmasi tewasnya demonstran, tetapi mereka tidak menjelaskan penyebab kematiannya.
Gelombang unjuk rasa menuntut reformasi politik bergulir di Jordania minggu ini, menyusul aksi politik di negara-negara Timur Tengah lainnya. Kelompok oposisi Jordania menuntut perubahan sistem pemilihan agar perdana menteri bisa dipilih langsung oleh rakyat dan agar parlemen Jordania mendapat kewenangan yang lebih besar.
Dalam sepucuk surat yang diterbitkan oleh surat kabar-surat kabar Jordania pada Rabu (23/3/2011), Raja Abdullah mendesak Perdana Menteri Bakhit mendorong reformasi parlemen yang diusulkan oleh raja pada Februari lalu setelah perdana menteri sebelumnya dipecat. Saat itu aksi unjuk rasa damai besar terjadi di jalan-jalan di Jordania menuntut berbagai perubahan tersebut.
Posted by : kurtdickblog.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar